Apa Itu Motherboard?

Motherboard adalah papan sirkuit yang ada di dalam sebuah casing komputer dimana semua komponen komputer terhubung. Motherboard menyediakan konektivitas antara komponen perangkat keras komputer, seperti prosesor (CPU), memori (RAM), hard drive, dan kartu video. Lebih tepatnya, motherboard adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai “tulang punggung” atau “ibu” yang menyatukan semua bagian.

Fungsi Motherboard

Fungsi utama dari motherboard adalah untuk menghubungkan beberapa komponen mulai dari konektor, BIOS, kartu memori, kartu grafik, sampai RAM.Semua terhubung jadi satu untuk menjalankan kerja dari perangkat.Tidak ada fungsi spesifik dari mainboard ini selain sebagai penghubung atau jembatan.

Jenis-jenis Motherboard

1. Motherboard AT (Advanced Technology)

Motherboard AT adalah sebuah jenis motherboard yang pertama kali diperkenalkan oleh IBM pada Agustus 1984, lalu kemudian digunakan secara luas pada tahun 1980-an. Motherboard jenis ini memiliki ukuran yang terbilang cukup besar yaitu 12 x 13.8 inci, ukuran yang cukup besar sehingga tidak muat di desktop mini.Masalah lain yang dimiliki oleh motherboard AT adalah sulitnya saat melakukan instalasi, troubleshooting dan mengupgrade karena jarak antara tiap komponen sangat berdekatan.Versi lain dari motherboard AT adalah Motherboard Baby AT yang mana memiliki ukuran yang lebih kecil yaitu 8.5 x 13 inci. Namun pada saat ini motherboard jenis AT/Baby AT sudah sangat jarang digunakan, dan telah digantikan oleh jenis motherboard yang lebih baru seperti ATX.

2. ATX (Advanced Technology Extended)

Motherboard ATX adalah sebuah jenis motherboard yang dikembangkan oleh Intel pada pertengahan tahun 1990-an yang mana merupakan sebuah peningkatan pada jenis motherboard sebelumnya yaitu AT.Selain dengan peningkatan pada ukuran motherboard yang semakin kecil. Motherboard ATX juga mengalami peningkatan pada kemudahan untuk menggunakannya, dalam hal ini instalasi, troubleshooting dan mengupgrade, juga peningkatan pada I/O dan teknologi processor serta biaya produksi sistemnya. Hal tersebut yang menjadikan motherboard jenis ini masih menjadi yang populer digunakan pada tahun 2017 ini.

3. Micro-ATX

Micro-ATX sama dengan jenis ATX, manfaat yang ditawarkan juga sama, yang membedakannya hanyalah pada ukuran motherboard yang lebih kecil, hal tersebut dilakukan dengan mengurangi jumlah slot I/O yang didukung pada motherboard.

4. LPX (Low Profile Extended)

Moterhboard low profile extension diciptakan setelah motherboard AT ditahun 1990-an. Motherboard jenis ini dirancang untuk digunakan pada casing Slimline atau low profile, yang memang didesain sedemikian rupa untuk mengurangi penggunaan space ruangan dan biaya.Yang membedakan motherboard jenis ini dengan yang lain adalah pada riser card yang mana merupakan sebuah kartu yang dipasang tegak yang digunakan untuk memasang slot ekspansi.Hal ini bertujuan untuk mengurangi tinggi dari sebuah casing, karena umumnya tinggi casing komputer dipengaruhi oleh kartu expansi itu sendiri. Meski demikian, hal ini sebenarnya tidak disarankan, karena hal tersebut dapat mempengaruhi sistem pendingin pada komputer anda.

5. BTX (Balanced Technology Extended)

Motherboard BTX dikembangkan untuk mengurangi atau menghindari beberapa masalah yang muncul pada saat menggunakan teknologi terkini. Teknologi yang lebih baru cenderung menggunakan daya yang lebih besar dan juga menghasilkan panas yang lebih. Tidak seperti motherboard jenis lainnya, BTX secara total melepaskan diri dari bentuk jenis ATX yang saat ini populer.Salah satu fitur yang paling menarik dari BTX ialah penggunaan aliran udara secara in-line dimana slot memori dan slot expansi dipindah tempatkan sehingga komponen utama seperti processor, chipset dan video card dapat menggunakan aliran udara yang sama, sehingga mengurangi penggunaan kipas yang dibutuhkan oleh sistem.

6. Mini-ITX (Information Technology Extended)

Mini ITX merupakan sebuah jenis motherboard berdaya rendah dengan ukuran cukup kecil yaitu 17 x 17 cm. Mini-ITX ini dirancang oleh VIA Technologies pada tahun 2001. Motherboard Mini-ITX ini digunakan pada komputer yang memiliki bentuk yang kecil, selain itu motherboard jenis ini juga tidak menimbulkan panas yang lebih karena menggunakan konsumsi daya yang rendah sehingga tidak membutuhkan kipas yang besar.

Komponen Motherboard

1. Socket CPU

Motherboard adalah komponen penting untuk membantu komputer memasukkan prosesor dan juga memasang OS ke dalamnya.

2. North Bridge

Berada di dekat socket CPU, fungsi dari kumpulan komponen di north bridge adalah untuk memory controller hub. Berbagai pusat penyimpanan ada di sini sehingga kerusakan di bagian ini bisa mengacaukan proses penyimpanan.

3. South Bridge

Komponen yang tersambung dengan beberapa bagian penting lain seperti konektor SATA, slot PCI, dan BIOS.

4. CMOS

Tempat pada motherboard yang berisi baterai kecil. Dengan baterai ini, beberapa memori pada komputer seperti setting tanggal dan waktu tidak terus diperbaiki setiap hari. Jadi, begitu komputer atau PC menyala, setting sudah sama seperti sebelum dimatikan.

5. Slot PCI

Slot Peripheral Component Interconnect atau PCI digunakan untuk menambahkan komponen lain dari PC seperti slot kartu untuk LAN, kartu untuk suara, sampai TV tuner. Jadi, PC yang dimiliki bisa memiliki lebih banyak fungsi.

6. Slot RAM

Biasanya RAM yang dimiliki oleh komputer bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau RAM yang dipakai tidak kuat untuk bermain game atau menjalankan aplikasi editing, Anda bisa menyisipkan RAM tambahan pada slot di motherboard.

7. Slot AGP

Suka bermain game dengan grafik yang cukup baik, 3D, dan kadang agak berat? Slot AGP ini dibutuhkan untuk menambah kartu VGA. Jadi, komputer atau laptop bisa menjalankan game dengan lebih mulus.

8. Konektor IDE

Konektor ini digunakan untuk menyambungkan perangkat IDE atau Integrated Device Electronics. Alat yang bisa dipasangkan ke sana adalah harddisk atau DVD/CD drive. Jadi, komputer bisa membaca perangkat dan isi yang dimasukkan di dalamnya.

9. BIOS

Setiap komputer akan memiliki BIOS yang dipakai untuk proses Power On Self Test atau POST. Tanpa adanya BIOS, sulit bagi komputer untuk memasang OS dan melakukan modifikasi lainnya.

10. Konektor SATA

Perangkat yang dipakai untuk menyambungkan komponen data seperti harddisk dan SSD. Memori bisa langsung ditancapkan dengan konektor akan bisa terdeteksi dan menjadi bagian utama dari perangkat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Tanya & Beli Program?