Bagaimana perasaan Anda saat jaringan komputer Anda terakses oleh orang yang tidak berhak alias penyusup? Tentunya sangat marah, bukan? Mereka bisa jadi mencuri data pribadi Anda dan menggunakannya untuk berbuat jahat. Untuk itulah Anda memerlukan sebuah sistem keamanan untuk melindungi jaringan komputer Anda. Artikel ini akan membahas lebih lanjut seputar sistem keamanan jaringan yang telah mengutip dari beberapa sumber, semoga berguna untuk Anda.

Pengertian Sistem Keamanan Jaringan

Sistem keamanan jaringan adalah proses untuk mengidentifikasi dan mencegah pengguna yang tidak sah dari suatu jaringan komputer. Tujuannya tentu saja untuk mengantisipasi resiko ancaman berupa perusakan bagian fisik komputer maupun pencurian data seseorang.

Sistem keamanan jaringan juga akan melindungi aset digital termasuk lalu lintas jaringan. Keamanan jaringan tersebut dapat berbentuk perangkat lunak ataupun perangkat keras yang dirancang untuk merespon berbagai potensi serangan siber yang menargetkan jaringan Anda.

Jenis Gangguan Keamanan Jaringan

Ada beberapa jenis gangguan keamanan jaringan yang perlu Anda ketahui. Berikut daftarnya:

Hacking: perusakan pada infrastruktur jaringan komputer yang sudah ada.
Carding: pencurian data terhadap identitas perbankan seseorang. Misalnya pencurian nomor kartu kredit yang dimanfaatkan untuk berbelanja online.
Deface: perubahan terhadap bentuk atau tampilan website.
Physing: pemalsuan data resmi.

Keamanan jaringan biasanya terdiri dari tiga kontrol yang berbeda yaitu :

  • fisik
    Merancang keamanan jaringan fisik untuk mencegah personel yang tidak akan mendapat akses fisik ke jaringan seperti router, lemari kabel, atau yang lain.
  • Teknis
    Memerlukan kontrol keamanan jaringan teknik untuk melindungi data yang tersimpan pada jaringan atau data yang transit melintasi.
  • Administratif
    Keamanan jaringan administratif terdiri dari kebijakan yang mengatur perilaku pengguna, seperti langkah autentikasi, tingkat akses pengguna, serta bagaimana staf TI ketika menerapkan infrastruktur jaringan.

Tipe Sistem Keamanan Jaringan
dapat menerapkan berbagai jenis serangan untuk mengancam bisnis Anda. Oleh karena itu, untuk pertahanan yang lebih maksimal kita memerlukan beberapa jenis sistem keamanan jaringan, yaitu:

1. Kontrol akses
Anda harus dapat memblokir pengguna serta perangkat tidak sah yang mencoba mengakses jaringan Anda. Jika pengguna tidak sah dapat masuk ke dalam jaringan, maka jumlah kerusakan yang dapat mereka lakukan akan sangat terbatas.

Kontrol akses juga memungkinkan Anda untuk meningkatkan perlindungan jaringan dengan cara membatasi akses pengguna. Sebagai contoh, Anda dapat memberi administrator akses penuh ke jaringan tetapi menolak akses ke folder rahasia tertentu.

2. Perangkat lunak antimalware
Perangkat lunak antivirus dan antimalware dapat melindungi perusahaan Anda dari berbagai perangkat lunak berbahaya, seperti virus, ransomware, worm, dan trojan. Gunakan anti malware yang dapat terus mencari dan melacak file berbahaya yang ada dalam jaringan.

3. Keamanan aplikasi
Aplikasi yang tidak memiliki sistem keamanan yang baik sering digunakan penyerang untuk mengakses jaringan Anda. Dengan menerapkan sistem keamanan aplikasi, Anda dapat melindungi aplikasi apa pun yang berkaitan dengan keamanan jaringan Anda.

4. Analisis perilaku
Anda harus mengetahui seperti apa perilaku jaringan agar lebih mudah untuk mengidentifikasi anomali di jaringan Anda. Network Anomaly Detection Engine (ADE) memungkinkan penggunanya untuk dapat menganalisis jaringan sehingga ketika terjadi suatu pelanggaran maka pengguna akan memperoleh pemberitahuan.

5. Pencegahan kehilangan data
Manusia atau pengguna menjadi terdepan pada sistem keamanan jaringan. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan alat Data loss prevention (DLP) agar data sensitif tidak hilang, disalahgunakan atau diakses oleh pengguna yang tidak menggunakannya.

6. Keamanan email
Keamanan email juga perlu karena manusia atau pengguna sering menjadi target serangan email phishing. Dengan keamanan email, Anda akan terbantu untuk mengidentifikasi email berbahaya serta memblokir serangan.

7. Firewall
Firewall bertindak sebagai penghalang antara jaringan eksternal yang tidak terpercaya dengan jaringan internal Anda. Administrator biasanya akan menjalankan aturan-aturan yang ditentukan untuk memblokir atau lalu ke dalam jaringan.

8. Sistem pencegahan intrusi
Sistem pencegahan intrusi atau juga dikenal dengan deteksi intrusi dapat membuka dan menganalisis lalu lintas / paket jaringan sehingga berbagai jenis serangan dapat teridentifikasi dengan mudah.

9. Jaringan Pribadi Virtual (VPN)
Virtual Private Networks (VPN) merupakan alat yang dapat mengautentikasi komunikasi antara perangkat dan jaringan. VPN akan menciptakan “terowongan” terenkripsi yang aman untuk menghubungkan perangkat Anda dengan jaringan internet. Dengan VPN, Anda akan terlindungi dari pengintaian atau gangguan lain.

10. Keamanan Web
Secara garis besar, keamanan web merupakan langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memastikan penggunaan situs web yang aman saat terhubung dengan jaringan internal. Keamanan web membantu mencegah serangan berbasis situs web yang menggunakan browser sebagai titik akses untuk masuk ke jaringan Anda.

11. Informasi keamanan dan manajemen acara (SIEM)
SIEM akan memberi informasi atau wawasan kepada para IT security mengenai track record atau aktivitas yang terjadi di lingkungan IT perusahaan Anda. Dengan SIEM perusahaan Anda dapat mengidentifikasi dan menanggapi berbagai ancaman.

12. Keamanan titik akhir
terkadang perangkat pribadi menjadi target serangan ketika pengguna menggunakannya untuk mengakses jaringan bisnis. Memerlukan keamanan endpoint untuk melindungi jaringan ketika terhubung dengan perangkat jarak jauh.

13. Keamanan nirkabel
Secara umum, jaringan Wireless kurang aman jika dibandingkan dengan jaringan tradisional. Dengan demikian, perlu meningkatkan langkah-langkah keamanan pada nirkabel untuk memastikan bahwa peretas tidak akan mendapatkan akses.

14.Segmentasi jaringan
Terdapat berbagai jenis trafik jaringan. Masing-masing traffic tersebut memiliki risiko ancaman yang berbeda. Segmentasi jaringan dapat meningkatkan sistem keamanan jaringan. Segmentasi jaringan akan membagi jaringan komputer menjadi beberapa bagian sehingga mudah untuk mengontrol bagaimana lalu lintas mengalir ke seluruh jaringan.

editor : Munna Hidayatul Mustoviah


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Tanya & Beli Program?