Refresh rate adalah kemampuan monitor dalam memperbarui gambar setiap detik, diukur dalam satuan Hertz (Hz). Refresh rate berbeda dengan frame rate (FPS), yaitu jumlah gambar yang dihasilkan oleh kartu grafis (GPU) setiap detik. Monitor 240Hz secara teknis mampu menampilkan hingga 240 gambar per detik, tetapi hal ini hanya tercapai apabila GPU benar-benar mampu memasok frame sebanyak itu.
Selain refresh rate, terdapat juga response time, yaitu kecepatan satu piksel berubah warna, yang diukur dalam milidetik (ms). Response time yang umum pada monitor biasa berkisar 8-9 milidetik, sedangkan monitor gaming biasanya menawarkan angka di bawah 8 milidetik, bahkan hingga 1 milidetik pada panel-panel kelas atas. Refresh rate yang tinggi tidak banyak membantu apabila response time panel terlalu lambat, karena gambar tetap akan terlihat berbayang (ghosting) meskipun monitor tersebut memiliki spesifikasi refresh rate tinggi.

Refresh rate dan response time adalah dua spesifikasi yang berbeda
Pengaruh Refresh Rate pada Game FPS Kompetitif
Pada game seperti FPS, racing, atau esports pada umumnya, setiap milidetik sangat berharga. Semakin tinggi refresh rate, semakin halus transisi antar-frame, dan semakin rendah kemungkinan terjadinya motion blur (kaburnya gambar saat gerakan cepat) maupun screen tearing (gambar terlihat patah atau terbelah).

Perbandingan waktu antar-frame pada beberapa refresh rate
Pada monitor 60Hz, dibutuhkan waktu sekitar 16,7 milidetik untuk menampilkan satu frame baru. Pada 240Hz, waktu tersebut berkurang menjadi sekitar 4,2 milidetik. Perbedaan ini membuat pergerakan lawan, misalnya saat strafe cepat atau muncul dari sudut tembok, dapat terlihat lebih awal dan lebih halus pada monitor dengan refresh rate tinggi.
Saat mouse digerakkan untuk membidik lawan atau memutar kamera menyusuri area permainan, monitor 144Hz menampilkan informasi visual lebih dari dua kali lipat dibandingkan layar 60Hz pada rentang waktu yang sama. Informasi visual tambahan ini membantu otak memproses gerakan dengan lebih akurat, sehingga aksi yang terjadi di layar terlihat dengan motion blur yang lebih sedikit dan kejelasan yang lebih tinggi. Game bergenre cepat seperti FPS mendapatkan manfaat paling besar dari peningkatan refresh rate, sedangkan game strategi, RPG, atau game berbasis giliran menunjukkan peningkatan yang tidak terlalu signifikan karena tidak membutuhkan reaksi super cepat.
Temuan dari Penelitian Ilmiah
Sebuah studi berjudul “Monitor refresh rate impacts FPS video gamers’ perceptions of display smoothness and target acquisition performance” yang dipublikasikan di jurnal Social Sciences and Humanities Open melibatkan 101 partisipan gamer yang mengerjakan tugas FPS khusus pada tiga kondisi refresh rate berbeda, yaitu 60Hz, 144Hz, dan 360Hz. Partisipan diminta menilai kehalusan (smoothness) transisi tampilan yang mereka rasakan, sekaligus menyelesaikan uji coba dengan batas waktu yang mengharuskan mereka menghancurkan target di layar secara akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mampu membedakan secara konsisten perbedaan refresh rate yang besar, misalnya antara 60Hz dan 360Hz, tetapi kesulitan membedakan perbedaan yang lebih halus, misalnya antara 144Hz dan 360Hz. Dari sisi performa, peralihan dari 60Hz menuju refresh rate yang lebih tinggi terbukti meningkatkan akurasi target serta mempercepat waktu penyelesaian tugas menembak secara signifikan. Namun performa antara kondisi 144Hz dan 360Hz tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan 144Hz sebagai kemungkinan ambang batas, di mana peningkatan refresh rate lebih lanjut hanya memberikan hasil tambahan yang relatif kecil.
Studi Pembanding: Hasil yang Berbeda dari LG Display
Menariknya, tidak semua penelitian sependapat dengan temuan di atas. LG Display mempublikasikan hasil studi eksperimental berjudul “A study on the impact of refresh rate on real-time FPS gaming performance” yang melibatkan 31 partisipan pria dewasa sebagai gamer umum. Studi ini menguji empat tingkat refresh rate, yaitu 60Hz, 240Hz, 360Hz, dan 480Hz, menggunakan monitor OLED, dengan indikator berupa hit score (jumlah tembakan berhasil) dan event interval time (waktu dari munculnya target sampai target berhasil dieliminasi).
Hasil studi LG Display menunjukkan bahwa win rate pengguna meningkat 38 persen pada refresh rate tertinggi 480Hz dibandingkan dengan 60Hz. Meskipun peningkatan yang besar sudah terlihat pada 240Hz, win rate tetap bertambah 10 persen tambahan pada 480Hz, yang menurut studi tersebut mengindikasikan bahwa performa gaming terus meningkat secara konsisten seiring naiknya refresh rate, tanpa menunjukkan tanda-tanda mencapai titik jenuh seperti pada studi sebelumnya.
Perbedaan hasil ini membuka ruang diskusi lebih lanjut. Beberapa pihak menyoroti bahwa hasil klaim LG Display yang menonjolkan keunggulan panel OLED tersebut masih perlu ditinjau lebih jauh oleh peneliti independen, mengingat penelitian sebelumnya menunjukkan potensi manfaat yang mulai berkurang di atas 144Hz. Perbedaan hasil ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan metodologi, jenis panel (OLED dibandingkan panel lain), maupun karakteristik partisipan pada masing-masing studi.
Alasan Pemain Profesional Tetap Memilih Refresh Rate Tinggi
Refresh rate yang tinggi dapat mengurangi motion blur, screen tearing, dan input lag, serta meningkatkan responsivitas dalam permainan. Bagi pemain kompetitif, monitor merupakan penghubung terakhir yang terlihat antara input yang diberikan pemain dan frame berikutnya yang dapat dibaca secara visual.

Jejak bayangan objek bergerak pada beberapa refresh rate
Untuk game shooter kompetitif, battle royale, game taktis FPS, maupun game arena cepat, monitor dengan refresh rate 240Hz memberikan aliran informasi visual yang lebih sering tanpa membutuhkan spesifikasi PC setinggi panel dengan refresh rate yang jauh lebih tinggi. Pemain yang mengamati pergerakan lawan, melakukan strafe cepat, atau melakukan koreksi recoil akan diuntungkan oleh pergerakan yang lebih halus dan jeda antar-frame yang lebih singkat.
Perlu diperhatikan bahwa monitor dengan refresh rate tinggi hanya akan mencapai manfaat penuhnya apabila perangkat keras (PC) mampu memasok frame baru secara cukup dan stabil. Sebuah sistem yang menjalankan monitor 240Hz pada kisaran 220 FPS umumnya akan terasa lebih responsif dan stabil dibandingkan monitor 360Hz yang frame rate-nya berubah-ubah antara 130 hingga 280 FPS.
Teknologi Tambahan: Backlight Strobing
Selain refresh rate dan response time, sebagian monitor gaming kelas atas juga dilengkapi fitur backlight strobing, yang dikenal dengan berbagai nama dagang seperti ULMB (NVIDIA), DyAc (BenQ), atau ELMB (ASUS). Teknologi ini bekerja dengan menyalakan dan mematikan lampu latar monitor secara sangat cepat, menyisipkan frame gelap di antara frame yang menyala, meniru cara kerja monitor CRT lama sehingga motion blur yang dirasakan mata berkurang drastis.
Meskipun mampu memberikan kejernihan gerakan yang unggul, fitur ini memiliki sejumlah kompromi. Karena lampu latar menyala tidak sepenuhnya, tingkat kecerahan layar secara keseluruhan berkurang cukup signifikan. Pengguna juga bisa mengalami crosstalk, yaitu efek bayangan ganda yang samar mirip ghosting. Selain itu, mengaktifkan backlight strobing umumnya akan menonaktifkan teknologi variable refresh rate (VRR) seperti G-Sync atau FreeSync, sehingga dibutuhkan PC yang mampu menjaga frame rate tetap stabil agar hasilnya optimal.
Rantai Latensi dari Input hingga Tampil di Layar
Refresh rate hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan rantai latensi. Total waktu sejak mouse diklik hingga perubahan tersebut benar-benar terlihat di layar melibatkan beberapa tahap, yaitu proses di GPU/CPU, pengiriman sinyal ke monitor, kemudian panel yang menyala untuk menampilkan piksel baru.

Tahapan dari klik mouse hingga terlihat di layar
Refresh rate yang tinggi secara khusus mempercepat tahap panel menyala, yaitu bagian yang paling langsung dipengaruhi oleh spesifikasi Hz pada monitor.
Pertimbangan Resolusi dan Refresh Rate
Resolusi memengaruhi beban kerja GPU pada setiap frame. Frame dengan resolusi 4K memiliki beban piksel kurang lebih empat kali lipat dibandingkan resolusi 1080p, sehingga frame rate tinggi lebih sulit dipertahankan pada resolusi yang lebih besar. Oleh sebab itu, banyak setup untuk kebutuhan esports lebih memilih resolusi 1080p dengan refresh rate 240Hz ke atas, atau 1440p dengan refresh rate tinggi, dibandingkan resolusi 4K dengan frame rate rendah dan tidak stabil.
- 1080p dengan refresh rate 240Hz ke atas, umum digunakan untuk kebutuhan FPS kompetitif
- 1440p dengan refresh rate 144-180Hz, cocok untuk kebutuhan gaming yang lebih umum, streaming, maupun produktivitas
- Resolusi 4K dengan refresh rate rendah kurang ideal untuk game FPS kompetitif karena frame rate sulit dipertahankan tinggi dan stabil
Faktor Lain yang Turut Memengaruhi Pengalaman Bermain
Para peneliti mengingatkan bahwa refresh rate bukan satu-satunya faktor penentu kualitas pengalaman menggunakan monitor. Resolusi layar, response time, akurasi warna, hingga kemampuan komputer menghasilkan frame per detik (FPS) yang tinggi dan stabil, semuanya turut menentukan kenyamanan dan performa pengguna secara keseluruhan. Dengan kata lain, memilih monitor gaming yang tepat perlu mempertimbangkan kombinasi dari beberapa spesifikasi tersebut, bukan hanya berpatokan pada angka Hz semata.
Kesimpulan
Refresh rate monitor memiliki pengaruh nyata terhadap pengalaman bermain game FPS kompetitif, terutama dalam hal kehalusan gambar dan kecepatan munculnya informasi visual baru. Sebagian besar penelitian sepakat bahwa peningkatan yang paling signifikan terjadi pada peralihan dari 60Hz menuju 144Hz, meskipun terdapat pula studi seperti dari LG Display yang menunjukkan bahwa performa masih dapat terus meningkat hingga 480Hz pada kondisi pengujian tertentu. Selain refresh rate, faktor response time, teknologi pengurangan motion blur seperti backlight strobing, serta kestabilan frame rate dari perangkat keras juga perlu diperhatikan agar manfaat refresh rate tinggi dapat dirasakan secara maksimal.
Daftar Referensi
Toth, A. J., Kim, J., Spjut, J., Boudaoud, B., Cunneen, S., & Campbell, M. J. (2026). Monitor refresh rate impacts FPS video gamers’ perceptions of display smoothness and target acquisition performance. Social Sciences and Humanities Open, Volume 13. Diakses dari sciencedirect.com dan research.nvidia.com.
Why Pro Esports Players Still Use 240Hz Monitors in 2026. Diakses dari ktcplay.com.
Refresh Rate vs Response Time (Differences). Diakses dari techbullish.com.
LG Display. A study on the impact of refresh rate on real-time FPS gaming performance. Diakses melalui pemberitaan barchart.com dan notebookcheck.net.
Best Backlight Strobing Settings for Esports. Diakses dari evezone.evetech.co.za.
