pemmzchanel.com

Apa itu Trojan?

Trojan adalah malware yang memasuki sistem dengan cara menyamar sebagai file lain yang seolah aman, kemudian merusak sistem di dalamnya. Hal ini yang membuat trojan berbahaya karena sulit dikenali. Kamu bisa saja tidak sengaja mengunduh trojan yang dikemas dalam bentuk software atau tautan berbahaya.

Trojan juga dikenal dengan nama Trojan Horse. Istilah ini muncul bukan tanpa alasan, sebetulnya ada peristiwa sejarah dibalik nama ini. Istilah Trojan Horse mengadaptasi dari cerita Yunani kuno, yaitu masa Perang Troya.

Saat terjadinya Perang Troya lebih dari 3000 tahun yang lalu, pasukan Yunani berhasil menyusup dan menghancurkan kota Troy dengan cara bersembunyi di dalam kuda kayu besar. Para Trojan mengira kuda kayu tersebut adalah piala kemenangan perang bagi mereka. Tak disangka-sangka, di dalamnya ada sekelompok tentara Yunani yang kemudian keluar dan menghancurkan seisi kota.

Konsep trojan di cerita tadi dengan trojan dalam kejahatan siber pun sama. Virus trojan akan berpura-pura menjadi file, link, software, atau pesan email dari pihak yang seolah resmi, kemudian akan mengepung data dan sistem perangkatmu.

Cara Kerja Trojan

Cara kerja Trojan bisa dikatakan cukup sederhana. Namun jangan salah, karena kesederhanaan cara kerja Trojan inilah yang akhirnya membuat banyak orang terjebak, Sob! Adapun cara kerja Trojan adalah sebagai berikut:

  1. Hacker mengirimkan jebakan atau pancingan kepada target dengan malware yang berpura-pura menjadi bentuk lain seperti file PDF, link, atau software tertentu. 
  2. Target menerima umpan, lalu biasanya akan mengklik file yang sudah diterima. 
  3. Setelah itu, Trojan menjadi aktif dan kemudian mengirimkan semua info yang hacker inginkan melalui device atau website. 
  4. Hacker akan mengendalikan sistem dan melakukan berbagai tindakan kriminal. 
  5. Perangkat dan server yang sudah terkena akan mengirimkan dan menularkan malware ini ke perangkat dan website yang saling terhubung. 

Jenis Trojan Paling Umum 

Ada banyak jenis serangan Trojan yang digunakan penjahat dunia maya untuk melakukan tindakan merugikan. Jenis Trojan yang paling banyak digunakan yaitu:

  1. Backdoor Trojan, memungkinkan peretas untuk mendapatkan akses jarak jauh ke perangkat komputer orang lain dan mengendalikannya diam-diam.
  2. Banker Trojan, dirancang untuk mencuri informasi keuangan pengguna. Termasuk data kartu kredit, sistem pembayaran elektronik, dan sistem perbankan.
  3. Downloader Trojan, menargetkan komputer yang telah terinfeksi malware untuk mengunduh lebih banyak program jahat.
  4. Exploit Trojan, berisi kode berbahaya yang dapat menimbulkan serangan phising.
  5. Fake Antivirus Trojan, dapat mensimulasikan perangkat antivirus yang terlihat sah. Namun, justru dapat memeras pengguna dengan memaksanya membayar sejumlah uang untuk menghapus ancaman yang sebenarnya tidak ada.
  6. Game-thief Trojan, dirancang untuk mencuri informasi akun orang-orang yang bermain game online.
  7. Instant Messaging Trojan, ditargetkan untuk mencuri data login dan kata sandi pengguna aplikasi perpesanan seperti Skype.
  8. Ransom Trojan, dirancang untuk mengganggu kinerja komputer dan meminta sejumlah tebusan uang agar gangguan komputer tersebut dapat dihapus.
  9. Spy Trojan, dirancang untuk mematai-matai aktivitas pengguna di sebuah komputer. Termasuk mencatat aktivitas keyboard, mengambil tangkapan layar, dan menyimpan data login.
  10. Trojan Mailfinder, digunakan untuk mencuri alamat email yang disimpan dalam perangkat komputer.

8 Cara Mengatasi Serangan Trojan

Sampai sini, Anda sudah makin melek akan bahaya Trojan. Nah supaya Anda lebih siap mengatasi serangan malware ini, mari simak cara mengatasi Trojan berikut ini.

1. Instal Antivirus Terbaik

Boleh dibilang antivirus adalah software yang wajib ada pada komputer. Memasang program pembasmi virus ini akan mencegah malware masuk, mendeteksi hal-hal mencurigakan, dan sebagai cara menghapus virus Trojan.

Penting Anda tahu, karakter tiap antivirus itu berbeda. Sebab, jenis Trojan pun banyak macamnya. Karena itu, pilihlah antivirus terbaik yang paling mencukupi kebutuhan Anda.

2. Waspada Terhadap Email Asing

Saat Anda menerima email asing yang menjanjikan tawaran menarik, berhati-hatilah. Bisa jadi Anda sedang berhadapan dengan email phising. Email phising adalah email yang bertujuan mengelabui seseorang.

Biasanya, email tersebut melampirkan file, link, tombol, atau apapun yang bisa di-klik. Nah sebelum rasa penasaran Anda membawa petaka, sebaiknya jangan tergiur untuk mengkliknya.

3. Hindari Mengklik Pop-Up Mencurigakan

Penjahat cyber seringkali memanfaatkan rasa panik untuk melancarkan aksinya. Salah satunya dalam wujud pop-up.

Jika Anda menjelajah sebuah website dan tiba-tiba muncul pop-up yang menyatakan device sudah terinfeksi virus, tenanglah. Rasa panik hanya akan mendorong Anda melakukan apa yang hacker inginkan.

Jadi, segeralah keluar dari situs tersebut. Dan untuk mengkonfirmasi keberadaan virus, silahkan scan device dengan anti-virus daripada percaya pada pop-up nakal.

4. Pastikan Hanya Download dari Situs Resmi

Apakah Anda suka mendownload file atau apps dari situs tidak resmi? Entah untuk bermain game, membaca ebook bajakan, atau mencari apps yang tidak ada di Google Play Store.

Mulai sekarang, sebaiknya hentikan kegiatan berbahaya tersebut. Pasalnya, bisa saja penjahat cyber memasukkan Trojan ke dalam file yang Anda unduh. Cukup berisiko, bukan?

5. Gunakan Jaringan Internet yang Aman

Saat Anda menjumpai jaringan WiFi yang memberi akses cuma-cuma, berhati-hatilah. Jaringan internet yang tidak aman biasanya membuka pintu lebar-lebar bagi mangsanya. Sehingga, Anda boleh login tanpa password.

Maunya internetan gratisan, eh malah kena Trojanā€¦Hadeh, pasti Anda tidak mau, bukan? Karena itu, sebaiknya gunakan saja jaringan WiFi yang sudah terjamin.

6. Gunakan Hosting dengan Perlindungan Ketat

Tidak hanya komputer, Trojan juga bisa menyerang server website Anda. Parahnya lagi, antivirus biasa tidak bisa membasmi malware yang bersarang pada server. Oleh sebab itu, penting untuk menggunakan hosting dengan sistem keamanan ketat.

Lalu, seperti apa sih hosting yang aman itu?

Tak usah jauh-jauh, Niagahoster sendiri membekali hostingnya dengan proteksi super ketat. Seperti Imunify360 untuk mencegah DDoS, SpamExpert Protection untuk melindungi email, hingga CloudFlare Protection untuk memerangi cybercrime. Alhasil, malware bakal keok sebelum menyerang website Anda.

7. Rutin Perbarui Sistem Operasi dan Software

Berikutnya, lengkapi cara mencegah serangan Trojan dengan rajin update device atau website pribadi Anda. Mulai dari sistem operasi (OS), software, ekstensi, Content Management System (CMS), plugin website, dll.

Alasannya, malware ini mampu menyelinap lewat celah keamanan sistem. Tak heran penyedia layanan rutin meningkatkan versi keamanan mereka agar tidak ketinggalan langkah. Namun untuk mendapat sistem keamanan terbaru, Anda harus mengupdate device atau website Anda terlebih dahulu.

Nah bagi Anda yang memakai hosting Niagahoster, kami punya kabar gembira. Anda bisa menikmati fitur Auto-Update versi WordPress hingga update tema dan plugin otomatis. Jadi, Anda punya lebih banyak waktu untuk bersantai. 

8 Lakukan Backup Secara Teratur

Meski sudah mencegah Trojan, sebaiknya Anda tetap melakukan backup. Dengan mencadangkan seluruh data device ataupun website, Anda tidak akan panik kalau amit-amit terkena malware ini.

editor: eliaaspace


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Tanya & Beli Program?