Topologi jaringan komputer di ketahui memiliki beberapa model. Salah satu dari model tersebut adalah topologi ring atau topologi cincin. Apakah kalian tahu seperti apa bentuk topologi ring atau topologi cincin? Jika belum maka artikel ini akan menjelaskan mengenai topologi ring atau topologi cincin.

Topologi ring atau yang biasa di sebut dengan topologi cincin merupakan sebuah jenis topologi yang dalam rangkaiannya menghubungkan dua perangkat komputer atau yang kemudian di sebut sebagai node (titik) sehingga dapat membentuk layout jaringan yang memutar atau berbentuk seperti cincin. Topologi ini sering di gunakan di bnayak perusahaan.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Topologi Ring

Terdapat beberapa ciri – ciri dan karakteristik yang di miliki oleh topologi ring atau topologi cincin :

  1. Penggunaan kabel pada topologi jenis ring ini adalah kabel Unshielded Twisted Pair atau yang bisa di singkat sebagai UTP.
  2. Antara perangkat satu dengan yang lainnya dalam satu jaringan terhubung secara langsung.
  3. Pengiriman data menggunakan metode token passing scheme dan di lakukan secara bergantian pada satu arah saja.
  4. Setiap data atau informasi bisa dikirimkan melalui kanan atau kiri titik sehingga tidak terjadi tabrakan data (collision).
  5. Jika ada satu titik yang rusak, maka titik-titik lainnya yang terhubung dalam satu jaringan bisa ikut rusak.
  6. Proses pengiriman data pada satu waktu hanya dapat di lakukan oleh satu titik dengan proses pengiriman satu jalur.
  7. Tidak ada pengiriman pesan ke alamat broadcast.
  8. Semua perangkat komputer bisa berfungsi sebagai server (pengirim) atau juga bisa sebagai client (penerima), dan sebagai repeater.
  9. Setiap terminal dalam topologi jaringan ring ini adalah repeater yang mampu melakukan 3 fungsi yaitu; penyelinapan data (proses data di masukkan ke dalam saluran transmisi), penerimaan data (proses terminal yang di tuju telah mengambil data dari saluran), pemindahan oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya.
  10.  Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung.
  11.  Proses instalasi dapat di lakukan dengan mudah.
  12.  Biaya yang di butuhkan pun terjangkau dan tidak terlalu mahal.
  13.  Lebih susah untuk pengembangannya.
  14.  Apabila salah satu host mati, maka jaringan LAN akan terganggu.

Editor : Erna Febriani


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Tanya & Beli Program?